Untitle

Desember

16 Sep

Cerpen : Langit Runtuh di Negeri Sunyi

Sebuah negeri yang luas dihuni seorang diri. Kesunyian tidak memandang luas dan sempit sebuah ruang, karena sunyi itu benar-benar membuat perjalanan seorang manusia begitu melelahkan. Sebuah negeri yang luas dihuni seorang diri, melakukan perjalanan dalam dunianya seorang diri. Berusaha menemukan orang lain tapi tidak ada siapa-siapa.

Negeri yang luas tapi kosong, negeri yang indah tapi sunyi sepi, menjadi menakutkan seindah apapun keadaannya. Sebab keindahan itu tidak bisa dibagi dengan siapapun.

Seorang manusia hidup dalam negeri sunyi, seorang diri. Negeri itu ada di hati dan pikirannya. Berjalan ke sana kemari. Catatan perjalanan terukir di pohon-pohon, ditulis diatas batu, tercecer sepanjang perjalanannya yang sunyi.

Bertahun-tahun berjalan, tidak pernah berhenti melangkah, percaya bahwa negeri sunyi ini memiliki ujung, nyatanya ia kembali ke tempat semula. Negeri sunyi bulat laksana bumi. Tidak ada ujungnya.

Suatu malam, ketika ia duduk di tepi pantai yang sunyi, tanpa suara gemuruh ombak. Bintang-bintang bergerak, semakin cepat. Berjatuhan dari langit. Ia lari untuk melindungi diri, bertanya-tanya apa yang terjadi dengan langit.

Bintang-bintang jatuh tak terhitung, berjatuhan di negeri sunyi. Merusak taman dan pepohonan, menghancurkan banyak keindahan. Negeri sunyi hancur berantakan. Ia memandang nanar negeri sunyinya selama ini. Sesuatu yang ia tinggali bertahun-tahun, membuatnya terbiasa dengan kesunyian. Kini hancur berantakan.

Langit runtuh malam itu. Ia mencari tahu apa sebabnya. Berjalan ke sana kemari, tapi tidak tahu bertanya siapa. Karena memang tidak ada siapa-siapa.

Apa kau percaya bahwa ada manusia yang tinggal di langit? Atau sejenis bidadari yang jatuh dari kahyangan?

Ia tertegun ketika melihatmu di balik reruntuhan. Dengan gaun panjang yang bersih seolah-olah kamu datang baru saja dengan kereta kencana. Ia terdiam, berdiri, karena ini pertama kali dalam hidupnya ia bertemu orang lain di negeri sunyinya.

Seseorang yang ternyata pada suatu hari diketahui mendobrak langitnya. Menghancurkan kesunyian yang nyaman, memporak-porandakan ketenangan. Sejak hari itu, negeri sunyi tidak lagi sunyi. Kesunyian itu berakhir dengan runtuhnya langit malam itu. Seseorang telah menembus negeri sunyi tanpa ketuk pintu. Itu kamu.

Bandung, 15 September 2014 | (c)kurniawangunadi

16 Sep
Suatu saat, kehilangan orang baik yg selalu ada akan terasa lebih menyakitkan bagimu ketimbang disakiti oleh orang yg terus-terusan kau perjuangkan itu.

(via mbeeer)

16 Sep
Tak ada yg akan pergi jika merasa dibutuhkan. Namun, banyak yg tak tahan tinggal jika dibutuhkan ketika kau butuh saja.

(via mbeeer)

16 Sep

kunamaibintangitunamamu:

Hari ini aku mau hilang lagi…

Seperti kemarin.

Seperti waktu aku menunggu kamu selama yang bahkan aku tidak bisa ingat, dan selama waktu yang tidak pernah kamu tau.

Kamu bukan milikku, tapi aku rindu.

Kapan-kapan aku hilang di hatimu. Pasti. 

16 Sep
Sekali saja, aku harap ada pertanda darimu yang menghampiri.
Sekali lagi, aku harap ada ucapan manis di akhir malam yang panjang.
Sekali pula, aku harap ada satu pesan singkat yang biasa saja, tetapi berhari-hari membuatku tersenyum.
Cukup sekali saja.
Tapi, ternyata semuanya tidak pernah datang lagi.

(via kunamaibintangitunamamu)

11 Sep
Berharap kepada manusia yang dicintai memang tidak dibenarkan. Tetapi ada suatu saat ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita berani untuk memiliki harapan tanpa harus diberi harapan

Ayudyahpermatasari (via dokterfina)

11 Sep

Patah Hati

kunamaibintangitunamamu:

Kalau cuma patah hati, uhuuh sudah menjadi hal biasa ya.

Masalahnya, bagian tidak enak dari patah hati adalah bagaimana kita bisa terlihat baik-baik saja. Urusan pertanyaan kamu kenapa? akan bisa dijawab dengan tidak apa-apa. Atau pertanyaan are you okay? Tinggal pasang senyum manis saja,…

11 Sep
Karena ada kalanya kita menyebut nama seseorang untuk menjadi pasangan kita, sedang di luar sana ada seorang lain yang juga menyebut nama kita dalam doanya. Doa manapun yang akhirnya dikabulkan oleh Allah, menurutNya itu adalah jawaban yang terbaik. Bagaimanapun, doa berikutnya yang kita ucapkan adalah semoga hati-hati yang terlibat mendapat penerimaan yang lapang serta baik. Dan tentu saja, pengganti yang jauh lebih baik menurut Allah.

(via risalatulamanah)

11 Sep raudhatussyifa:

"I was in love , but that was yesterday" (at 🎶Ne-Yo - I Was In Love)

raudhatussyifa:

"I was in love , but that was yesterday" (at 🎶Ne-Yo - I Was In Love)

11 Sep
sederhananya begini, aku mulai terbiasa bersamamu. kau tahu kan bagaimana sulitnya merubah kebiasaan?.

(via langitkuitukamu)