Untitle

Desember

19 Oct

Kata-Kata dalam Secangkir Kopi

Bagaimana bila kopi malam ini terbuat dari sedikit gula dan lebih banyak kata-kata? Kata-kata yang manis dan pahit sekaligus tentang kehidupan dan tentang masa depan seperti apa yg ingin kita tuju.

Tujuan yang mungkin akan sangat sulit kita capai, tapi kita bisa bersama-sama dan yakin jika bersama, kita akan sampai. Sesampainya di tujuan kita akan membuat rencana hidup yang baru dan kembali saling bicara untuk berbagi pahit dan manis rasa cinta.

Dan kita berharap hujan turun atau matahari panas terik, agar kita bisa berteduh di balik-balik atap toko roti. Bersama menyaksikan orang berlalu-lalang dan kita kembali membicarakan kehidupan dalam rasa pahit dan manis :)

Kurniawan Gunadi - Hujan Matahari, halaman 183

19 Oct
Bila di suatu malam ada sesuatu yang mengetuk hatimu, tolong izinkan dia masuk. Sebab dia adalah rinduku, yang tidak mau tertidur sebelum dipeluk olehmu.

@julietnote (via kunamaibintangitunamamu)

19 Oct
Karena pada akhirnya, yg menunggu akan berangsur pergi karena yg ditunggu masih terus mencari.

(via mbeeer)

19 Oct
Kita sama-sama sedang berjuang.
Kamu berjuang untuk meninggalkan, aku berjuang untuk melupakan.

(via mbeeer)

19 Oct

Saat Cinta Memang Harus Diakhiri

kunamaibintangitunamamu:

Hujan, selalu saja ada mimpi yang berulang, saat dia datang.

Ada kesedihan yang tidak bisa dijelaskan seperti apa rasanya. Dan aku hanya tidak bisa berpura-pura seolah tidak ada yang terjadi. Saat aku tau bahwa aku tak lagi diinginkan oleh seseorang yang ternyata harapku bermuara, maka kemudian yang kudapatkan hanyalah kepedihan.

Ada seorang perempuan yang ingin terbangun menjadi pelupa, dan itu aku. Sebab aku selalu teringat, tentang kita yang melakukan hal bahagia berulang-ulang dan saat debaran jantung kita masih sama. Mungkin aku terlalu bodoh, terlelap dalam impian untuk memilikimu. Serupa tukang dongeng yang tetap setia menanti dirimu.

Mungkin kata orang benar, saat mimpimu sudah terlalu tinggi, kamu butuh dibangunkan oleh orang lain. Mungkin itulah aku. Suatu hari, hujan pernah turun, deraian air mata yang tak masuk di akal ini mengepungku. Biasanya, aku mencintai hujan dengan sangat. Tapi kali ini, aku membencinya, sebab setiap kali aku melihat hujan, kenangan itu selalu berhenti di kamu.

Aku hadirkan sebuah tanya untukmu;

Seperti apa rasanya melupakanku? Apakah menyenangkan? Atau melegakan? Jika iya, maka ajarkan aku cara untuk melupakanmu.

Sejak kapan kamu berubah? Rasanya aku rindu sekali dengan keadaan sebelumnya. Tapi, saat ini sungguh tidak mungkin kita kembali menata kenangan. Karena yang harus aku lakukan adalah menutup lembaran masa lalu yang mengganggu setelah sekian lama aku cukup sabar menunggu.

Waktu bertemu saat nanti, aku akan diam melewatimu, seperti hal yang lebih dulu kau lakukan. Aku butuh bahagia. Saat itu, aku memang menangis, merasa masih belum bisa benar-benar berhenti menunggumu. Tapi sekarang sudah tamat, aku ingin lekas pergi, hingga akhirnya tidak pernah muncul lagi, membawakanmu sekeping cinta.

***

Ternyata, tangis yang tersisa masih ada saja. Aku terharu sekali lagi. Tapi kali ini, aku ingin menahannya—lalu menggantinya dengan senyum, supaya jangan sampai membanjiri masa lalu dengan air mata yang tak perlu lagi.

#memutar: Sabian-Cinta Harus Dimengerti

♫ ♪ Hapus rasa, hapus cinta, hapus kisah. Kini engkau bukanlah milikku. Meski tak akan mudah tuk dilupakan semua kenangan indah. Saat cinta memang harus diakhiri. ♫ ♪

Untuk nailymakarima, semoga hari ini senyum sudah terbit di wajahmu, ya?

19 Oct
Ada empat macam manusia. Pertama, orang yang tahu dan tahu bahwa dia tahu. Orang seperti ini disebut alim (berpengetahuan), maka ikutilah. Kedua, orang yang tahu dan tidak tahu bahwa dia tahu. Orang seperti ini sedang tidur, maka bangunkanlah. Ketiga, orang yang tidak tahu dan tahu bahwa dia tidak tahu. Orang seperti ini adalah orang yang minta petunjuk, maka tunjukilah. Keempat, orang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Orang seperti ini disebut bodoh, maka cegahlah.

Al-Khalil bin Ahmad (via kuntawiaji)

19 Oct
Mendampingimu, barangkali, adalah tentang seberapa berani aku menanggung nyeri. Pada bahagiamu aku tiada, pada sedihmu aku lara.

(via elsasyefira)

19 Oct

(Source: itcuddles)

19 Oct
Ada fakta yg harus aku terima.
Bahwa ditingalkanku kau tak kehilangan. Aku hanya satu dari cara yg kau pakai untuk membunuh kesepian.

(via mbeeer)

19 Oct
Aku yakin kita pernah sama-sama sayang. Hanya saja, kita tak pernah sejalan.

(via mbeeer)

19 Oct
Kadang dua orang yang pernah dekat, menjauh bukan karena jarak atau perbedaan. Tapi karena salah satunya berubah hati.

@julietnote (via kunamaibintangitunamamu)

19 Oct
Pada akhirnya jatuh cinta hanya mengajarkanku untuk menjaga kata. Lalu luka dilarang angkat bicara. Aku bisa apa, jika nyatanya resah pun mengkeruhkan suasana.

(via andhikahadipratama)

Hanya air mata yang bicara,dan mulut menjadi bisu„,

(via loveperikecilku)

19 Oct panjiramdana:

~Hujan~
"Ada sebagian orang yang memanfaatkan jatuhnya hujan untuk menutupi tiap air mata yang jatuh di pipinya."
@panjiramdana

panjiramdana:

~Hujan~

"Ada sebagian orang yang memanfaatkan jatuhnya hujan untuk menutupi tiap air mata yang jatuh di pipinya."

@panjiramdana

19 Oct
Sebenarnya hari ini, aku mau kamu dan hujan. Tapi Tuhan tidak mengabulkan salah satunya, bahkan keduanya. Lalu, tiba-tiba aku jadi sedih.

@julietnote (via kunamaibintangitunamamu)

19 Oct
Aku baru sadar, ternyata kau membunuhku pelan-pelan.
Bukan di saat kau meninggalkan, melainkan di saat kau berkata sayang.

(via mbeeer)